Membanggakan, Anjungan Kalsel Raih Predikat Terbaik Pradana Nitya Budaya TMII Award Tahun 2026

INSPIRASI9. COM - JAKARTA , Kabar gembira datang dari Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.

Anjungan Kalsel ini meraih prestasi gemilang dengan meraih juara pertama atau Terbaik 1 pada ajang Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 untuk kategori resolusi terbaik.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, dan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Gelaran Puncak HUT ke-51 Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, jumat (1/5/2026).

Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 merupakan penghargaan dari Kementerian Kebudayaan RI bersama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diberikan kepada anjungan daerah terbaik di Indonesia. 

Ajang ini bertujuan mendorong setiap daerah agar terus berinovasi dalam menampilkan identitas budaya Nusantara.

Tahun ini, terdapat 13 anjungan daerah yang masuk dalam daftar nominasi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Bali.

Dalam narasi resmi yang disampaikan, Anjungan Kalimantan Selatan dinilai unggul berkat konsistensi dan kelengkapan dalam enam aspek pengelolaan, yakni revitalisasi fisik dan fungsi anjungan sebagai etalase budaya, peningkatan tata kelola manajemen serta pelayanan publik, aktivasi anjungan melalui kegiatan seni budaya yang kreatif dan berkelanjutan, penguatan narasi budaya dan edukasi, kolaborasi serta partisipasi dengan komunitas, serta pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya.

Selain dinilai mampu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan berkesan bagi pengunjung, anjungan Provinsi Kalimantan Selatan juga dinilai berhasil berfungsi sebagai pusat aktivitas kreatif sekaligus wadah pengembangan potensi daerah.

Pada ajang tersebut, posisi kedua diraih oleh Bali, sementara Jawa Tengah menempati peringkat ketiga. Selanjutnya, penghargaan sertifikat terbaik diberikan kepada Sumatra Barat dan Sulawesi Barat, sedangkan kategori resolusi terbaik lainnya diraih oleh Jawa Timur.

Keberhasilan Kalsel mempertahankan gelar ini—setelah sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama pada tahun 2025—menjadi bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengelola dan mempromosikan budaya lokal secara profesional. Capaian tersebut sekaligus memperkuat peran anjungan sebagai wajah budaya daerah di tingkat nasional.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, yang ditemui di sela-sela acara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.

Ariadi menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola anjungan, hingga para pelaku seni dan budaya yang terus menjaga dan mengembangkan warisan daerah.

Menyampaikan pesan khusus Gubernur Kalsel, H. Muhidin, bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas pengelolaan anjungan.

Gubernur Muhidin berharap seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri, melainkan terus berinovasi dalam menampilkan kekayaan budaya daerah agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.

Menurut Gubernur Muhidin, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen untuk terus menghadirkan anjungan yang informatif, atraktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Bapak Gubernur Muhidin berpesan agar prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan. Jangan cepat puas, tetapi jadikan ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi daerah,” ujar Ariadi menyampaikan pesan Gubernur H. Muhidin.

Ariadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus mendorong penguatan peran anjungan sebagai pusat promosi budaya sekaligus etalase potensi daerah, termasuk sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Anjungan diharapkan tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga menghadirkan interaksi yang hidup melalui pertunjukan seni, pameran produk unggulan, serta kolaborasi lintas komunitas.

Lebih lanjut, melalui Ariadi, Gubernur H. Muhidin menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan kualitas pengelolaan agar prestasi yang diraih dapat terus dipertahankan, dengan dukungan semua pihak dan semangat pelestarian budaya yang kuat, Provinsi Kalsel akan terus mampu bersaing di tingkat nasional.

“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pemicu untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami ingin memastikan budaya Kalsel tetap hidup, berkembang, dan semakin dicintai generasi muda,” pungkasnya

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan anjungan daerah.

Menteri Fadli juga menekankan pentingnya setiap daerah menghadirkan program budaya yang orisinal dan mencerminkan identitas lokal, sebagaimana amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 ayat (1), yang menegaskan kewajiban negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Negara menjamin masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai budayanya. Ini menjadi dasar penting bagi seluruh kebijakan kebudayaan kita,” ujar Fadli.

Menteri Fadli turut mengingatkan sejarah berdirinya TMII yang kini telah memasuki usia ke-51 tahun, sebagai gagasan visioner yang diinisiasi Presiden ke-2 RI Soeharto bersama Ibu Negara Siti Hartinah. Sejak awal, TMII dirancang sebagai etalase budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman dari Sabang hingga Merauke.

Menurutnya, hingga kini keberadaan TMII tetap relevan sebagai ruang edukasi, pelestarian, dan promosi budaya bangsa.

 “TMII adalah etalase budaya kita yang menampilkan kekayaan dan keberagaman Indonesia. Ini harus terus kita jaga dan kembangkan agar tetap menjadi kebanggaan nasional,” tutur Menteri Fadli. Ins-1/sumber Adpim Kalsel

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama