INSPIRASI9. COM, BANJARMASIN– Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan, memastikan alokasi dan penyaluran LPG 3 kilogram di Kalsel berjalan normal.
Meski saat ini sulit dicari dan harganya cukup melambung, namun diakui oleh Hiswanamigas jika permintaan saat ini samgat tinggi.
Saat ini, harga LPG 5,5 kilogram berkisar Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per tabung, sedangkan LPG 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500.
“Perbedaan harganya sangat jauh. Itu yang kami lihat menyebabkan sebagian masyarakat beralih menggunakan LPG 3 kilogram,” katanya.
Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan Hj Muliana Yuniar, dalam menyampaikan bahwa meningkatnya permintaan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kenaikan harga LPG nonsubsidi dan berkurangnya distribusi selama periode libur panjang.
Menurutnya, kenaikan harga LPG nonsubsidi, khususnya tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram, membuat selisih harga dengan LPG 3 kilogram bersubsidi semakin lebar.
Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat beralih menggunakan LPG 3 kilogram, sehingga permintaannya mengalami peningkatan.
"Setelah adanya penyesuaian harga LPG nonsubsidi, kami melihat ada pergeseran konsumsi. Sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan tabung 5,5 kilogram beralih ke LPG 3 kilogram karena perbedaan harganya cukup signifikan," ujar Hj Muliana Yuniar turut didampingi Wakil Ketua H.M Irfani dan Dewan Pertimbangan, H. Addy Chairuddin Hanafiah, kepada awak media, Sabtu siang (37/6/2026).
Selain faktor harga, Ketua Hiswana Migas Kalsel menjelaskan bahwa distribusi LPG juga dipengaruhi oleh kebijakan penyaluran pada hari libur nasional.
Selama periode tersebut, penyaluran dari Pertamina tidak berjalan seperti hari kerja biasa, sehingga volume pasokan yang diterima agen menjadi berkurang.
Ia menerangkan bahwa setiap agen memiliki kontrak penyaluran harian dengan Pertamina.
Dalam kondisi normal, agen memperoleh alokasi rutin setiap hari kerja sesuai kuotanya. Namun ketika terdapat beberapa hari libur berturut-turut, distribusi otomatis berkurang karena tidak ada penyaluran reguler pada hari-hari tersebut.
"Meski belakangan ada kebijakan tambahan berupa satu truk untuk masing-masing agen pada masa tertentu, jumlah tersebut tetap belum dapat menggantikan pasokan yang berkurang akibat libur panjang," jelasnya.
Hiswana Migas Kalimantan Selatan memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi LPG di lapangan.
Berdasarkan hasil rapat bersama seluruh agen LPG se-Kalimantan Selatan, tidak ditemukan adanya pengurangan alokasi dari Pertamina.
Diharapkan, dengan pengaturan distribusi yang lebih optimal, ketersediaan LPG bagi masyarakat tetap terjaga, terutama pada momen-momen dengan tingkat konsumsi yang meningkat.
INS- msr