INSPIRASI9.COM-BANJAR, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama Manggala Agni terus melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, KM 17, Kabupaten Banjar, Selasa (29/9/2026).
Anggota TRC Pengendalian Bencana BPBD Kalsel, Mansyah, mengatakan penanganan karhutla di lokasi tersebut terus dilakukan. Upaya pemadaman dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.
“Penanganan di Jalan Gubernur Syarkawi terus dilakukan. Tadi kolaborasi dengan Manggala Agni dan Alhamdulillah juga ada bantuan langsung datang dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Pak Syamsir,” ujar Mansyah.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Ir H Syamsir Rahman, yang turut memberikan bantuan dan semangat kepada petugas di lapangan.
Menurut Mansyah, kondisi titik api dan kepulan asap pada penanganan mulai menunjukkan perkembangan. Api yang sebelumnya berada di sejumlah titik berhasil didorong mundur ke bagian tengah area terbakar.
“Alhamdulillah untuk titik api dan asap pada hari ini sudah lumayan terpukul ke tengah. Mudah-mudahan ini sangat mengurangi titik asap untuk besok pagi,” jelasnya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, tim berhasil menangani lahan terbakar sekitar dua hektare. Petugas menggunakan empat nozzle yang diarahkan dari beberapa sisi untuk memukul mundur kobaran api dan mencegah api meluas.
“Untuk luasan hari ini yang bisa ditangani kurang lebih dua hektare yang bisa kita pukul mundur bersama Manggala Agni. Tadi ada empat nozzle yang kami gunakan, jadi ada empat arah yang kami pukul mundur ke belakang,” terang Mansyah.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga sempat mendengar suara satwa dari sekitar kawasan yang terbakar. Tim menduga suara tersebut berasal dari kawanan bekantan yang berada di sekitar lokasi.
“Tadi sempat ada beberapa suara binatang yang kami anggap mungkin itu adalah kawanan bekantan. Kami sempat berupaya mencari, tetapi belum menemukan titik tepatnya mereka berada,” ungkapnya.
Mansyah menyebut suara satwa tersebut terdengar cukup jelas saat petugas berada di lokasi. Pencarian kemudian dilakukan bersama unsur Manggala Agni dan perwakilan Dinas Kehutanan, namun keberadaan satwa tersebut belum berhasil ditemukan.
“Semua sempat melakukan pencarian, tetapi belum ketemu. Suaranya memang terdengar jelas, tetapi kami belum menemukan mereka ada di mana,” tutupnya. (Ins-1/MC Kalsel/Fuz)