BANJARBARU - INSPIRASI9.COM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel memastikan kondisi inflasi daerah menunjukkan tren yang semakin terkendali. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru, Senin (6/4/2026).
Eddy menjelaskan, pihaknya bersama Satgas Pangan, Ditkrimsus Polda Kalsel, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perdagangan, serta instansi terkait turut mengikuti rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah diminta mencermati perkembangan inflasi secara berkala, khususnya dari sisi month to month (m-to-m) maupun year on year (y-on-y).
“Untuk inflasi Kalimantan Selatan, jika dilihat secara month to month, kondisi kita menunjukkan perbaikan. Bulan sebelumnya berada di angka 0,86 persen, sedangkan bulan ini turun menjadi 0,5 persen. Posisi kita juga membaik, dari sebelumnya masuk lima besar, kini berada di peringkat ke-13,” ujarnya.
Menurut Eddy, capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi di daerah mulai memberikan hasil positif. Namun demikian, ia mengakui bahwa secara year on year, inflasi masih dipengaruhi oleh beberapa komponen utama, khususnya tarif dasar listrik dan harga emas perhiasan.
Ia menjelaskan, faktor kenaikan tarif listrik secara tahunan dipengaruhi kebijakan diskon 50 persen pada Januari hingga Februari 2025, sehingga saat dibandingkan dengan tahun berjalan terlihat adanya lonjakan signifikan.
“Namun untuk April ini, tarif listrik sudah kembali normal tanpa kenaikan, sehingga diharapkan tidak lagi menjadi tekanan inflasi,” jelasnya.
Selain itu, harga emas perhiasan yang sebelumnya mengalami kenaikan juga mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini diharapkan turut membantu menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu ke depan.
Lebih lanjut, Eddy menegaskan bahwa fokus pengendalian inflasi saat ini diarahkan pada sektor pangan. Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan dan instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, di antaranya pelaksanaan operasi pasar dan program pasar murah.
“Kami akan terus memperkuat sinergi, termasuk melalui gerakan pangan murah bersama dinas terkait. Harapannya, komoditas pangan bisa tetap stabil sehingga inflasi daerah semakin terkendali,” tutupnya.
Ins-2