INSPIRASI9. COM, BANJARBARU - Guna memperkuat validitas dan pemanfaatan data konsumsi ikan di daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pertemuan Petugas Angka Konsumsi Ikan (AKI) secara daring, Senin (6/4/2026) di Banjarbaru.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Nadiyah.
Nadiyah menegaskan bahwa penghitungan Angka Konsumsi Ikan (AKI) memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pasokan ikan, preferensi konsumsi masyarakat, hingga pemenuhan gizi terutama protein hewani dari ikan.
“Data AKI sangat penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan, baik untuk memastikan ketersediaan ikan maupun dalam meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Ini juga menjadi indikator penting dalam melihat kecukupan protein hewani dari ikan,” ujar Nadiyah di Banjarbaru, Senin (6/4/2026)
Ia menjelaskan, data AKI diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Saat ini, istilah yang digunakan adalah Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) dengan satuan kilogram per kapita per tahun.
Menurutnya, KIM tidak hanya menggambarkan tingkat konsumsi ikan, tetapi juga memberikan informasi terkait jenis ikan yang diminati masyarakat di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Data ini menjadi instrumen penting dalam perencanaan produksi, pengelolaan stok ikan, serta pengambilan kebijakan sektor perikanan secara berkelanjutan.
Berdasarkan data terbaru, KIM Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2025 mencapai 37,78 kg/kapita/tahun. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 35,97 kg/kapita/tahun.
“Peningkatan ini menunjukkan adanya tren positif dalam konsumsi ikan masyarakat Kalsel. Selain itu, secara nasional posisi kita juga mengalami kenaikan, dari peringkat 15 pada tahun 2024 menjadi peringkat 13 di tahun 2025,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, DKP Kalsel berharap para petugas AKI dapat meningkatkan pemahaman serta kapasitas dalam pengolahan dan pemanfaatan data, sehingga mampu menghasilkan informasi yang akurat dan mendukung perumusan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Selatan.
INS- sumber MC Kalsel/scw