INSPIRASI9.COM - BANJARMASIN, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menerima kunjungan Kepala Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, di kediaman pribadinya di Banjarmasin, Jumat (22/05). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Australia, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan dan budaya.
Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah peluang kolaborasi, mulai dari program pembekalan bagi kepala daerah hingga kesempatan beasiswa pendidikan jenjang S2 dan S3 di Australia bagi generasi muda Kalimantan Selatan. Selain sektor pendidikan, potensi Geopark Meratus juga menjadi perhatian utama sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis di bidang edukasi, lingkungan, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.
Gubernur Muhidin menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja sama internasional guna memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkenalkan potensi Banua ke tingkat global.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus membuka ruang kerja sama internasional, termasuk dengan Pemerintah Australia, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor pendidikan. Kami juga ingin memperkenalkan Geopark Meratus sebagai kebanggaan Banua yang memiliki nilai budaya, lingkungan, dan pariwisata dunia,” ujar Muhidin.
Muhidin menambahkan, pengembangan Geopark Meratus tidak hanya berfokus pada sektor wisata, tetapi juga pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Geopark Meratus bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga warisan alam dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, pengembangannya harus melibatkan masyarakat agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan warga lokal,” lanjutnya.
Sementara itu, Todd Dias menyambut baik peluang kerja sama yang dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan budaya.
“Australia melihat Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, lingkungan, dan budaya. Kami menyambut baik berbagai peluang kolaborasi yang dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Todd Dias.
Menurutnya, potensi Geopark Meratus memiliki nilai penting dalam pengembangan edukasi lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.
“Potensi Geopark Meratus sangat menarik, terutama dalam konteks edukasi lingkungan dan penguatan hubungan masyarakat internasional melalui pelestarian budaya serta pariwisata berkelanjutan,” katanya.
Perkuat "Soul of Borneo” sebagai identitas utama destinasi Geopark Meratus
Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Badan Pengelola Geopark Meratus yang terus memperkuat pengembangan kawasan pada 2026 melalui tema besar “Soul of Borneo” sebagai identitas utama destinasi. Tema tersebut menggambarkan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan yang menjadi daya tarik utama kawasan geopark.
Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus, Theodorik Rizal Manik, mengatakan tema tersebut diangkat untuk memperkuat posisi Geopark Meratus sebagai representasi jiwa Kalimantan.
“Tema ‘Soul of Borneo’ kami hadirkan untuk memperkuat identitas Geopark Meratus sebagai representasi jiwa Kalimantan, baik dari kekayaan alam, budaya, maupun kehidupan masyarakatnya,” ujar Theodorik.
Dalam implementasinya, pengembangan kawasan dibagi ke dalam empat rute utama, yakni Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Masing-masing rute dirancang memberikan pengalaman wisata berbeda dan saling terintegrasi bagi wisatawan.
Selain itu, terdapat 54 geosite yang tersebar di seluruh kawasan Geopark Meratus dan dikelola bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas lokal, hingga pegiat lingkungan.
“Sebanyak 54 geosite ini menjadi kekuatan utama kita. Pengelolaannya melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga manfaat ekonomi juga bisa dirasakan secara merata,” kata Theodorik.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan kawasan geopark.
“Dengan pengelolaan berbasis komunitas, kita tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkapnya.
Melalui pendekatan terintegrasi dan dukungan kerja sama internasional, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap Geopark Meratus mampu berkembang menjadi destinasi unggulan berdaya saing global sekaligus memperkuat identitas Kalimantan sebagai “Soul of Borneo”.
Ins-1