Aksi tersebut tidak hanya diikuti puluhan mahasiswa, tetapi juga dihadiri warga Jalan Sidomulyo 1, Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Mereka tengah menghadapi sengketa lahan dengan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 8/GM atas lahan seluas 3,6 hektare yang telah ditempati selama puluhan tahun.
Dalam penyampaiannya, warga mengeluhkan kondisi yang mereka alami selama ini.
Mereka mengaku merasa tertekan dan terintimidasi akibat konflik berkepanjangan, hingga berdampak pada ketenangan hidup sehari-hari.
Ditemui usai aksi, Sarwani menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius DPRD Kalsel.
“Berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa menjadi masukan penting bagi kami, terutama terkait persoalan sengketa lahan di Desa Sidomulyo, Landasan Ulin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sarwani menegaskan komitmen DPRD Kalsel untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait.
“Kami siap memfasilitasi agar persoalan ini dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkeadilan,” tegasnya.
Aksi tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, Subhan Nor Yaumil.
INS-sumber Humas DPRD Kalsel