Krisna Bayu: Kalsel Punya Sejarah Besar di Sambo Indonesia, Optimistis Raih Emas Jika Masuk PON 2028

Ketum Persambi Pusat, Krisna Bayu menyerahkan bendera pataka Sambo kepada H Afrizaldi Ketua Persambi Kalsel di acara Pelantikan Persambi Kalsel periode 2026-2030, Jumat malam (24/7/2026) di Banjarmasin


INSPIRASI9.COM, BANJARMASIN – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (Persambi), Krisna Bayu, menegaskan Kalimantan Selatan memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan olahraga sambo di Indonesia.

Karena itu, ia optimistis provinsi Kalimantan Selatan mampu menjadi salah satu kekuatan utama apabila cabang olahraga sambo resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Hal tersebut disampaikan Krisna Bayu saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Provinsi Persambi Kalimantan Selatan masa bakti 2026–2030 di Gedung Mahligai Gubernur Kalimantan Selatan, Jumat malam (24/7/2026).

Dalam sambutannya, Krisna Bayu mengenang perjalanan panjang lahirnya organisasi sambo di Indonesia.

Menurutnya, sejak 2007 hingga 2014, bersama sejumlah provinsi, Persambi terus memperjuangkan agar olahraga sambo mendapat pengakuan dari KONI.

"Kalau kita melihat sejarah terbentuknya organisasi sambo di Indonesia, Kalimantan Selatan memiliki andil yang sangat besar. Kami bersama beberapa provinsi berjuang sejak 2007 hingga akhirnya sambo diakui oleh KONI. Perjuangan itu kemudian berlanjut hingga kami bisa tampil pada Asian Games Jakarta 2018, dan Kalimantan Selatan juga menjadi bagian dari sejarah tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, tantangan Persambi ke depan semakin besar karena sejumlah daerah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur telah menunjukkan perkembangan prestasi yang cukup pesat.

Meski demikian, Krisna Bayu mengaku sangat yakin Sambo dibawah kepemimpinan H Afrizaldi, Kalimantan Selatan mampu bersaing bahkan menjadi salah satu daerah terbaik di Indonesia.

"Saya melihat semangat atlet-atlet Sambo Kalimantan Selatan luar biasa. Tinggal menunggu waktu. Saya yakin mereka mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia," katanya.

Krisna Bayu kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan agar cabang olahraga sambo resmi masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

"Tunggu waktunya di 2028. Percayakan kepada saya, saya akan berjuang semaksimal mungkin agar Sambo bisa resmi dipertandingkan di PON. Kalau itu terwujud, saya optimistis Kalimantan Selatan bisa mempertahankan tradisi medali, bahkan meraih medali emas," tegasnya.

Kepada para atlet, ia berpesan agar terus berlatih dengan disiplin, bekerja keras, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.

"Untuk para atlet, teruslah berlatih, disiplin, dan pantang menyerah. Prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras dan komitmen," pesannya.


Sementara kepada jajaran pengurus Persambi Kalimantan Selatan yang baru dilantik, Krisna Bayu meminta agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh semangat, kejujuran, dan loyalitas.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Menurutnya, Persambi merupakan keluarga besar yang harus mampu menyelesaikan setiap persoalan secara musyawarah tanpa menimbulkan konflik yang merugikan organisasi.

"Persambi adalah keluarga. Kalau ada persoalan, selesaikan secara kekeluargaan. Jangan sampai organisasi ini diwarnai konflik yang merusak pembinaan atlet. Saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang membuat kegaduhan dan merugikan organisasi," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Krisna Bayu berharap seluruh insan olahraga terus bersatu membangun prestasi olahraga Indonesia, termasuk memberikan perhatian terhadap seluruh cabang olahraga agar dapat berkembang dan mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional.

INS-msr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama