Usai prosesi penyerahan bendera, Gusti Iskandar menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan PMI Kota Banjarmasin telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme organisasi.
“Pelantikan hari ini adalah sesuai dengan AD/ART PMI,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Banjarmasin Hj. Ananda mengatakan kepengurusan baru akan segera menjalankan sejumlah program prioritas. Tiga fokus utama yang akan diperkuat adalah organisasi, relawan, dan UDD.
“Jadi yang pertama ada beberapa prioritas yang akan dilakukan. Satu penguatan organisasi, kedua penguatan relawan, ketiga penguatan UDD,” ujarnya.
Menurut Ananda, ketersediaan suplai darah menjadi salah satu perhatian utama PMI Kota Banjarmasin. Kebutuhan darah masyarakat yang dapat muncul sewaktu-waktu membuat ketersediaan stok perlu terus dijaga.
“Suplai darah ini akan jadi perhatian utama, karena kita tahu setiap saat sepertinya Banjarmasin masih kekurangan suplai darah. Makanya kita akan fokus menyuplai darah itu,” tegasnya.
Selain memperkuat layanan darah, kepengurusan baru juga akan melakukan pembenahan terhadap aset organisasi. Ananda mengatakan konsolidasi internal akan dilakukan secara lebih mendalam untuk mengetahui berbagai hal yang perlu diperbaiki.
“Kami akan konsolidasi lebih dalam dan kami hadirkan juga audit dari eksternal untuk mengaudit PMI secara keseluruhan,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PMI Kota Banjarmasin diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dan relawan serta meningkatkan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Dan, Kepengurusan baru tersebut menyiapkan sejumlah program prioritas, termasuk penguatan organisasi, relawan, dan Unit Donor Darah (UDD).
INS - tm