Yuniar: Media Sebagai Guardian dan Berperan Strategis Menguatkan Edukasi dan Perlindungan Investor di Kalimantan Selatan

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan, Yuniar. 

INSPIRASI9. COM, BANJARMASIN – Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Selatan, Yuniar, menegaskan pentingnya peran media dalam memperkuat literasi pasar modal sekaligus memberikan perlindungan kepada investor melalui penyampaian informasi yang akurat, benar, dan berimbang.

Hal tersebut disampaikan Yuniar saat kegiatan Workshop Wartawan Kalimantan Selatan, diselenggarakan oleh BEI bekerjasama dengan KSEI, KPEI dan SIPF di Six Sense Cafe di Banjarmasin, Selasa petang (28/7/2026), yang menjadi bagian dari rangkaian edukasi pasar modal di Kalimantan Selatan, Selasa.

Yuniar menjelaskan, pihaknya komitmen menggelar sejumlah kegiatan edukasi yang melibatkan berbagai kalangan.

Disebutkannya, sebelumnya BEI Kalsel mengundang pembina dan anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), pembina Galeri Investasi, perwakilan perguruan tinggi, asosiasi, hingga siswa SMA untuk mendapatkan pemahaman mengenai perlindungan investor.

"Kami tadi pagi sudah bertemu dengan pembina dan anggota Kelompok Studi Pasar Modal, pembina Galeri Investasi di Kalimantan Selatan, beberapa kampus, asosiasi, dan SMA. Tema yang kami angkat adalah perlindungan investor dengan menghadirkan materi dari KPEI, Otoritas Jasa Keuangan, dan Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF)," ujar Yuniar.

Pada sore harinya, BEI Kalsel melanjutkan kegiatan dengan mengundang insan media di Kalimantan Selatan.

Menurut Yuniar, kolaborasi dengan media sangat penting untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada masyarakat.

"Kami berharap melalui kegiatan hari ini, kolaborasi dengan rekan-rekan media semakin kuat dalam menyuarakan edukasi pasar modal. Pasar modal memiliki dinamika dan volatilitas yang tinggi sehingga masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.


Yuniar mengatakan, pemberitaan yang akurat akan mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mendorong masyarakat yang belum mengenal pasar modal untuk mulai belajar berinvestasi.

Ia menekankan bahwa edukasi harus menjadi langkah pertama sebelum seseorang memutuskan untuk menjadi investor. Setelah berinvestasi, masyarakat juga diharapkan selalu melakukan analisis terhadap saham yang akan dibeli agar keputusan investasi dilakukan secara bijak.

"Kami selalu mengajak masyarakat untuk belajar terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Setelah menjadi investor, jangan lupa melakukan analisis terhadap saham yang dipilih," ujarnya.

Yuniar juga menyebut media memiliki peran sebagai mitra strategis sekaligus "guardian" dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui penyebaran informasi yang tepat mengenai pasar modal.

"Teman-teman wartawan adalah guardian bagi kami. Melalui pemberitaan yang benar dan berimbang, masyarakat akan memperoleh pemahaman yang baik sehingga terhindar dari informasi yang menyesatkan terkait investasi," tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan literasi keuangan, BEI Kalimantan Selatan akan melanjutkan rangkaian edukasi pasar modal di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM), dengan harapan semakin banyak masyarakat yang memahami investasi secara benar dan menjadi investor yang cerdas serta terlindungi.

INS-msr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama