INSPIRASI9.COM, BANJARMASIN -Komitmen Green Banking Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel memiliki peran ganda yang strategis: tidak hanya menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem Kalimantan Selatan.
Sejalan dengan pilar Taksonomi Hijau Indonesia yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), program ini memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai pionir Green Banking di Kalimantan.
Pemilihan Pohon Ulin sebagai fokus reforestasi tahun ini memiliki landasan ekologis dan emosional yang kuat. Pohon Ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua.
Tumbuh perlahan namun sanggup bertahan hingga ratusan tahun, Ulin merepresentasikan nilai-nilai perbankan Bank Kalsel yang senantiasa tumbuh kokoh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Penanaman ini sekaligus menjadi respon nyata atas ancaman depresiasi populasi Ulin di alam liar.
Kegiatan penanaman pohon yang dirangkai dengan agenda Virtual Run 2026 bertemakan “Reforestasi”, Ubah Jarak Lari Masyarakat Menjadi 760 Bibit Pohon Ulin di Meratus Melanjutkan sukses penanaman mangrove 2024, gerakan “Sehat Diri, Bumi Lestari” kini merambah Pegunungan Meratus sebagai wujud nyata Green Banking dan restorasi lingkungan Banua.
“Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan AKSEL Virtual Run 2024 yang berhasil menanam 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Banua. Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin.
Melalui gerakan sosial berbasis kolektif ini, setiap akumulasi jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi bibit Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), vegetasi endemik khas Borneo yang dikenal sebagai kayu besi”, beber Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
Aksi penanaman ini dilakukan pada momen dan kondisi musim yang paling tepat berdasarkan hasil konsultasi teknis bersama UPTD Tahura Sultan Adam guna memastikan tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) bibit Ulin secara optimal di habitat aslinya.
INS-sumber Humas Bank Kalsel
