Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan kebersihan lingkungan selama pelaksanaan kegiatan. Ia mengingatkan para pelaku UMKM agar memastikan makanan yang dijual halal dan aman dikonsumsi, serta mengurangi penggunaan sampah plastik.
“Yang paling penting, makanan yang dijual harus halal dan aman dikonsumsi. Selain itu, kebersihan harus dijaga, termasuk mengurangi sampah plastik untuk mendukung upaya memperindah kota,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis (19/2/2026).
Hasnuryadi juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk berbelanja di lapak UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi rakyat. Menurutnya, hasil belanja tersebut juga dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan.
Sementara itu, Yamin menyampaikan bahwa lonjakan pendaftar tahun ini menunjukkan tingginya minat pelaku UMKM untuk terlibat. Meski demikian, jumlah stan tetap dibatasi demi menjaga kenyamanan dan kelancaran pengunjung.
“Tahun ini sangat ramai dan pendaftarnya luar biasa banyak. Kami tetap menyediakan 200 stan seperti tahun sebelumnya, meskipun pendaftar mencapai 600 orang. Tentu ada proses kurasi karena keterbatasan lahan,” jelasnya.
Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, pemerintah juga meluncurkan sebanyak 1.582 Agen 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, hingga pengolahan sampah menjadi kompos.
“Kami berharap masyarakat tidak mencampur sampah mereka. Melalui Agen 3R ini, budaya memilah sampah bisa tumbuh dan Banjarmasin tetap terjaga kebersihannya meski di tengah keramaian acara,” tuturnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan seluruh stan Pasar Wadai Ramadan disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan praktik pungutan liar.
“Ini semua gratis. Jika ada yang memasang tarif, segera laporkan kepada kami agar dapat segera ditindak,” tegasnya.
Pasar Wadai Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kuliner, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan selama bulan suci Ramadan.