Bursa Efek Indonesia (BEI) Siap Luncurkan ETF Emas di Tengah Tekanan Geopolitik

Kepala Perwakilan BEI Kalsel, Yuniar saat. menyampaikan keterangan pes bersama awak media usai acara Workshop BEI bersama Media di Bon Cafe Duta Mall Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).

INSPIRASI9. COM, BANJARMASIN - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal meluncurkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas sebagai alternatif investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Selatan, Yuniar, mengungkapkan bahwa kehadiran ETF emas diharapkan dapat memberikan pilihan instrumen investasi yang lebih aman (safe haven) bagi masyarakat, terutama saat kondisi pasar keuangan global sedang bergejolak.

“Di tengah gempuran geopolitik yang memengaruhi stabilitas ekonomi global, ETF emas menjadi salah satu instrumen yang menarik karena memiliki nilai lindung terhadap inflasi dan ketidakpastian,” ujar Yuniar disela kegiatan Workshop BEI bersama Media di Bon Cafe Duta Mall Banjarmasin, Rabu (29/4/2026).

Menurut Yuniar rencananya, produk ini akan mulai diluncurkan ke masyarakat pada bulan Juni atau Juli 2026.

Ditambahkannya, produk Exchange Traded Fund (ETF) emas ini memungkinkan investor untuk berinvestasi pada komoditas emas tanpa harus memiliki fisik emas secara langsung, dengan transaksi yang lebih mudah dan transparan melalui pasar modal.

Mekanisme transaksinya pun sangat terjangkau, di mana 1 lot di pasar sekunder terdiri dari 100 unit penyertaan.

“Aset dasar penjaminan ETF Emas itu berupa emas fisik. Jadi ini produk yang sangat menarik, artinya kalau emas fisik otomatis secara Syariah pun ini adalah produk yang masuk kategori syariah,” jelas Yuniar.

Program ini, lanjut dia, menjadi bagian baru dalam instrumen investasi di BEI. ETF Emas diharapkan menjadi salah satu solusi investor yang membutuhkan instrumen investasi berbasis emas.

Saat ini, jelas dia, sudah terdapat lebih dari 10 Manajer Investasi (MI) yang bersiap untuk mengelola produk turunan ETF Emas tersebut.

Yuniar menambahkan, dalam produk ETF Emas ini, aset yang digunakan adalah emas fisik yang disimpan di Kustodian.

“Masyarakat tinggal memilih investasi mana yang akan dipilih untuk investasi di pasar modal,” ujarnya.

BEI Perwakilan Kalimantan Selatan juga terus mendorong literasi dan inklusi keuangan di daerah agar masyarakat semakin memahami berbagai instrumen investasi yang tersedia, termasuk ETF emas.

Langkah ini ini, kata Yuniar-wanita akrab dengan awak media ini- sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia di tengah tekanan eksternal.

“Dengan adanya ETF emas, kami berharap investor di daerah, khususnya Kalimantan Selatan, dapat lebih bijak dalam melakukan diversifikasi portofolio,” tambahnya.

Peluncuran ETF emas ini menjadi bagian dari strategi BEI dalam menghadirkan inovasi produk pasar modal yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus memberikan perlindungan nilai bagi investor domestik.

INS- msr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama