INSPIRASI9. COM, BANJARMASIN – Ketua Koperasi Gula Bersatu, H Aftahudin, mengungkapkan kondisi distribusi bahan pokok saat ini mengalami tekanan akibat kenaikan harga BBM non subsidi yang berdampak pada biaya distribusi dan harga kemasan plastik.
Menurut H Aftahudin, salah satu komoditas yang terdampak cukup besar adalah minyak goreng merek Minyak Kita.
Disebutkannya, saat ini terjadi kekosongan stok di sejumlah titik distribusi akibat tingginya biaya operasional.
“Kenaikan BBM non subsidi membuat biaya distribusi naik, ditambah harga plastik juga ikut naik. Akibatnya stok bahan pokok seperti Minyak Kita mengalami kekosongan,” ujarnya, Jumat kepada awak media, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, harga Minyak Kita saat ini berada di kisaran Rp19.500 hingga Rp21.000 per liter. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat ikut terpengaruh.
Selain itu, distribusi Minyak Kita juga mengalami penurunan cukup signifikan. H Aftahudin menyebut penyaluran minyak goreng tersebut turun hampir 50 persen sejak adanya kenaikan harga BBM dan bahan pendukung lainnya.
“Penurunan distribusi Minyak Kita hampir 50 persen dengan adanya kenaikan harga BBM dan harga plastik,” katanya.
Dalam kondisi normal, kebutuhan distribusi harian untuk bahan pokok bisa mencapai 30 hingga 40 kontainer per hari. Namun saat ini aktivitas distribusi mengalami hambatan karena tingginya biaya operasional.
H Aftahudin berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas distribusi bahan pokok, sehingga pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman dan harga dapat kembali terkendali.
INS- msr