Samosir Serap Aspirasi Warga di Tiga Kelurahan di Hari Terakhir Reses DPRD Banjarmasin

Drs Saut Nathan Samosir, Anggota DPRD Kota Banjarmasin, berikan keterangan pers di hari terakhir reses, Rabu (15/7/2026). 


INSPIRASI9. COM, ​BANJARMASIN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, Drs. Saut Nathan Samosir, telah menyelesaikan rangkaian kegiatan reses masa persidangan ke II tahun 2026.

Pada hari terakhir pelaksanaan reses tersebut, Samosir mengundang perwakilan warga dari tiga kelurahan sekaligus, yaitu Kelurahan Teluk Tiram, Belitung Selatan, dan Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu pagi (15/7/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Kedai 99 Trisakti Banjarmasin ini menghasilkan sejumlah catatan penting mengenai persoalan mendasar yang tengah dihadapi oleh masyarakat di akar rumput.

​Samosir mengungkapkan ada beberapa poin krusial yang berhasil dihimpun dari aspirasi warga, antara lain:

​Infrastruktur Jembatan dan titian yang lapuk di kawasan Teluk Tiram, disana masyarakat melaporkan adanya tiga lokasi titian ulin menuju bantaran sungai yang kondisinya sudah sangat lapuk dan memprihatinkan.


Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi keselamatan warga yang setiap hari melintasinya untuk beraktivitas ke sungai , mandi dan lain-lain.

​Masalah penyaluran PKH dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ditemukan kasus salah seorang warga berstatus janda dan kurang mampu yang hingga bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan bantuan PKH meski sudah diusulkan berulang kali.

Begitu juga persoalan ​sistem KIP yang membingungkan. Warga mengeluhkan ketidakjelasan sistem Kartu Indonesia Pintar (KIP), di mana bantuan sempat aktif selama dua tahun namun kemudian hilang.

Samosir menyayangkan adanya alasan dari pihak sekolah bahwa penerima bantuan KIP harus digilir atau bergantian.

Samosir menegaskan akan segera mendatangi kepala sekolah terkait untuk mengklarifikasi kebijakan tersebut.

​Terungkap juga persiapan pembersihan sungai dari batang kelapa dan sampah. Warga mengeluhkan sisa material pembangunan berupa batang pohon kelapa di bantaran Sungai Saka Permai yang belum dibersihkan oleh pihak kontraktor sejak masa reses terdahulu.

Selain itu, masalah penumpukan sampah di sungai juga menjadi perhatian. Oleh karena itu Samosir mengimbau kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan meminta Dinas PUPR segera melakukan pengerukan sungai dan pembersihan sampah guna mengantisipasi banjir menjelang musim hujan.

Guna meminimalkan angka kecelakaan lalu lintas bagi pengendara motor maupun mobil, warga juga meminta pengadaan kaca cembung di titik-titik persimpangan jalan yang rawan.

Tak kalah menariknya, ​ soal bentangan kabel listrik di pemukiman warga dinilai terlalu lentur dan melandai akibat jarak antar-tiang PLN yang terlalu jauh.

Samosir berjanji akan menjembatani dan menyampaikan keluhan ini secara resmi kepada pihak PLN agar segera menambah tiang baru demi keselamatan warga.

​"Kami pastikan akan segera melakukan tindak lanjut ke lapangan untuk meninjau langsung lokasi-lokasi yang dikeluhkan warga, mulai dari aspirasi hari pertama hingga hari terakhir ini," tegas Saut Nathan Samosir.


​Samosir juga menambahkan bahwa untuk beberapa aspirasi yang sifatnya mendesak dan berskala kecil—seperti pengecoran akses jalan ke Kantor Kelurahan serta pengecoran di Gang Nusa Indah (Belitung Utara)—dirinya akan berupaya menanggulanginya secara mandiri agar masyarakat bisa cepat merasakan manfaatnya tanpa harus menunggu proses anggaran pemerintah yang panjang.

​Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin ini berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Banjarmasin dapat segera menyelesaikan berbagai persoalan ini secara bertahap pada tahun anggaran 2026 atau 2027 mendatang.

INS - msr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama