Warga Telawang dan Basirih Curhat ke Saut Nathan Samosir, Jembatan Rusak hingga BPJS Nonaktif Dikeluhkan

Kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 oleh Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Drs Saut Nathan Samosir, Selasa (14/7/2026). 

INSPIRASI9.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Drs. Saut Nathan Samosir, kembali menyerap berbagai aspirasi masyarakat pada kegiatan di hari ketiga Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar bersama warga Kelurahan Telawang dan Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, di Aula Serbaguna Kedai 99 Trisakti, Selasa pagi (14/7/2026).

Dalam dialog bersama warga di 2 kelurahan masing-masing Kelurahan Telawang dan Basirih , Saut Nathan Samosir mengatakan masyarakat kini semakin terbuka dan berani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting bagi DPRD untuk memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah daerah.

"Alhamdulillah, pada hari ketiga reses ini masyarakat semakin terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang ada di lingkungannya. Semua aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kami untuk ditindaklanjuti," ujar Samosir, Selasa siang (14/7/2026) kepada awak media.

Ia menjelaskan, di reses kali ini persoalan yang paling banyak disampaikan warga masih berkaitan dengan infrastruktur. Di antaranya jembatan yang telah runtuh, gang lingkungan yang perlu diperlebar, hingga usulan pengerukan sungai di kawasan RT 16 Kelurahan Basirih yang belum juga terealisasi meski telah beberapa kali diajukan.

Reses Saut Nathan Samosir dihadiri  warga Kelurahan Telawang dan Basirih Banjarmasin Selatan

"Keluhan ini sebenarnya sudah kami sampaikan pada reses sebelumnya. Namun hingga sekarang belum ada realisasi, padahal jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintasinya. Begitu juga pengerukan sungai yang sebelumnya dijanjikan akan dilaksanakan, sampai sekarang belum terealisasi," katanya.

Selain infrastruktur, politisi asal PDIP ini tersebut juga menyoroti persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sering kali berubah status menjadi tidak aktif tanpa diketahui penyebabnya oleh masyarakat.

"Banyak warga mengeluhkan BPJS maupun KIS mereka tiba-tiba tidak aktif, kemudian diaktifkan lagi, lalu kembali tidak aktif. Kondisi seperti ini tentu membingungkan masyarakat. Nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial agar dilakukan sinkronisasi data dan diketahui penyebab pastinya," tegas anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin itu.

Di sektor pendidikan, Owner PT Lintas Jawa Group ini juga menerima laporan adanya anak-anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang telah memberikan solusi agar anak-anak tersebut dapat tetap melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta dengan pengusulan bantuan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Kami akan mengawal agar anak-anak yang mengalami kendala ekonomi tetap memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan bantuan yang memang menjadi hak mereka," ujarnya.


Tak hanya itu, warga juga mengusulkan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) serta pemasangan rambu keselamatan lalu lintas (cermin cembung) di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya di wilayah Telawang dan Basirih.

"Permasalahan PJU dan rambu lalu lintas ini menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap Dinas Perhubungan dapat segera menindaklanjuti agar potensi kecelakaan dapat diminimalkan," pungkas Samosir. 

INS- msr

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama