INSPIRASI9.COM, BANJARBARU – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama unsur TNI, Polri, BPBD, UPTD Pemprov Kalsel dan sejumlah pihak terkait.
Dari pantauam media ini, Hingga Jumat (28/8) pukul 18.00 WITA kemarin, kebakaran lahan di kawasan tersebut masih menjadi perhatian serius.
Tim gabungan bahkan telah melakukan penanganan selama kurang lebih tiga minggu, namun titik api kerap kembali muncul setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.
Kondisi tersebut disebabkan karakteristik lahan yang berada di kawasan gambut. Api yang terlihat di permukaan dapat dipadamkan, tetapi bara di bawah permukaan tanah masih dapat bertahan dan kembali memicu kebakaran.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, jajaran Polda Kalsel, bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melakukan uji coba metode pemadaman dengan menggunakan pipa yang ditanam hingga ke dalam lapisan gambut.
“Ketika atasnya kita padamkan, bawah tanah ini masih membara. Kemarin kita mencoba bekerja sama dengan GAPKI menggunakan alat pipa ini. Kita masukkan ke dalam gambut, kemudian atasnya kita padamkan,” jelas Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat (28/8/2026)., saat melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di kawasan Guntung Damar, persisnya di sekitar kawasan Embung Jokowi, bersama Gubernur H Muhidin.
Pipa tersebut ditanam hingga kedalaman kurang lebih dua meter ke dalam tanah gambut. Selanjutnya, air dialirkan melalui selang menuju bagian dalam gambut untuk membantu memadamkan bara yang berada di bawah permukaan.
Metode tersebut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan Dansat Brimob, titik yang dilakukan uji coba pada malam sebelumnya hingga Jumat siang tidak lagi menunjukkan adanya api.
“Alhamdulillah, sampai tadi siang laporan dari Dansat Brimob, yang kita lakukan tadi malam sampai hari ini tidak ada apinya. Mudah-mudahan sampai sore juga tidak ada api,” ujarnya.
Melihat hasil uji coba yang dinilai memuaskan, Pemprov Kalsel kini menyiapkan sekitar 50 unit pipa untuk digunakan secara bergerak mendekati titik-titik api yang berada di kawasan gambut.
“Kami sedang membuat sebanyak 50 dulu pipa yang nanti akan kita tanam. Ini akan bergerak mendekati titik-titik api,” kata Irjen Pol Yudha.
Selain teknologi pipa, strategi lain yang diterapkan adalah memperbanyak sumber air melalui penempatan kolam bioflok di sekitar lokasi rawan kebakaran.
Menurut Kapolda Kalsel, keberadaan kolam bioflok bertujuan mendekatkan sumber air ke titik-titik api sehingga tim pemadam tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan pasokan air.
Air untuk mengisi kolam bioflok tersebut akan dipasok menggunakan tangki yang mengambil air dari sumber-sumber air yang tersedia, kemudian dialirkan ke kolam-kolam yang telah ditempatkan di sejumlah titik.
“Kolam bioflok ini intinya mendekatkan air ke titik-titik api sehingga untuk pemadaman tidak kesulitan airnya,” jelasnya.
Penempatan kolam bioflok telah dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Guntung Damar dan Pengayuan. Pemprov Kalsel berharap strategi tersebut dapat mempercepat respons pemadaman sekaligus mengurangi risiko api kembali membesar.
Kapolda mengatakan, jika hasil uji coba teknologi pipa tersebut terus menunjukkan hasil positif, penerapannya akan dikembangkan secara lebih luas dan dapat diproduksi secara massal.
“Mudah-mudahan berhasil. Insyaallah ini berhasil. Mohon doanya. Kami optimis, karena kemarin yang kita uji coba hasilnya memuaskan. Mudah-mudahan ini terus kita kembangkan dan bisa dibuat secara massal,” pungkasnya.
INS - msr