Karhutla Kalsel Terus Ditangani, Pemerintah Kerahkan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca


INSPIRASI9.COM-BANJARMASINPemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Berbagai langkah dilakukan untuk menekan meluasnya kebakaran, mulai dari pemadaman melalui jalur darat dan udara hingga teknologi modifikasi cuaca.

Berdasarkan laporan penanganan karhutla dan kekeringan di Kalimantan Selatan per Rabu, 9 September 2026, tercatat 44,56 hektare lahan terbakar, sementara 20,51 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Penanganan dari udara menjadi salah satu upaya yang terus dioptimalkan pemerintah. Satgas udara telah melaksanakan dua sortie penerbangan, dengan total waktu terbang mencapai 6 jam 44 menit. Operasi tersebut menjangkau sekitar 549 hektare dengan temuan 36 fire spot.

Upaya pemadaman juga diperkuat melalui operasi water bombing. Sebanyak 6 sortie telah dilakukan dengan 192 kali drop air, menggunakan total sekitar 768 ribu liter air untuk membantu memadamkan titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau dari darat.

Selain pemadaman, pemerintah juga mengerahkan teknologi modifikasi cuaca. Tercatat satu sortie operasi dengan penggunaan sekitar 1.000 kilogram garam, sebagai bagian dari upaya memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah yang membutuhkan.

Sejumlah wilayah masih dilaporkan terdapat api aktif, di antaranya Jl. Handil Kalua, Gambut; Desa Penggalaman, Banjar; Jejangkit Barat, Barito Kuala; serta Desa Karang Paci, Hulu Sungai Selatan.

Pemerintah terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik tersebut agar kebakaran tidak meluas.

Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Kalimantan Selatan berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Jarak pandang tercatat sekitar 10 kilometer di Banjarmasin, serta 9 kilometer di Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.

Pemerintah menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama, dengan penguatan operasi pemadaman, pemantauan titik api, dan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas. (Sumber : Media Center Kalsel) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama