Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Geospasial Banua Award 2026 bertema “Tata Kelola Data yang Berkualitas Menuju Pembangunan yang Andal dan Berkelanjutan” yang berlangsung di Aula Khalid Maksum Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2026).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras sehingga Dislautkan Kalsel mampu meraih posisi tertinggi dalam kategori SKPD.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh tim dalam mengembangkan serta menyajikan data geospasial di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Rusdi.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan akurasi, kelengkapan, dan kemutakhiran data geospasial agar dapat diakses serta dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan.
Rusdi menjelaskan, data geospasial yang dikelola Dislautkan Kalsel memiliki manfaat strategis dalam memberikan informasi mengenai lokasi dan sebaran program pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Melalui penyajian data berbasis lokasi, masyarakat maupun pemangku kepentingan dapat mengetahui wilayah yang telah menerima bantuan, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Ke depan, kami ingin data geospasial ini semakin akurat dan lengkap sehingga dapat diakses oleh seluruh pihak melalui website yang kami miliki. Dengan begitu, informasi mengenai bantuan di sektor kelautan dan perikanan dapat diketahui secara lebih jelas, termasuk lokasi desa, kecamatan, dan kabupaten penerima bantuan,” jelasnya.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi berbasis geospasial dapat mendukung transparansi pelaksanaan program sekaligus mempermudah proses pemantauan dan evaluasi pembangunan.
Data yang tersaji secara sistematis juga dapat menjadi rujukan dalam menentukan prioritas program berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Selain itu, Dislautkan Kalsel turut mengembangkan pemanfaatan informasi geospasial yang berkaitan dengan tata ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Informasi tersebut mencakup kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, hingga kawasan konservasi yang dapat ditampilkan dalam bentuk pemetaan geospasial.
Menurut Rusdi, penyajian informasi tersebut penting untuk mendukung pengelolaan ruang laut dan wilayah pesisir secara lebih terencana.
Dengan visualisasi berbasis peta, lokasi dan karakteristik suatu kawasan dapat diketahui secara lebih mudah sehingga membantu proses perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
“Informasi mengenai ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk kawasan konservasi, dapat disajikan secara geospasial sehingga lokasinya bisa dilihat dengan jelas. Ini penting untuk mendukung pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang sesuai dengan peruntukannya,” tambahnya.
Keberhasilan Dislautkan Kalsel meraih Juara I Geospasial Banua Award 2026 diharapkan menjadi dorongan untuk terus memperkuat integrasi data sektoral, meningkatkan kualitas layanan informasi publik, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi geospasial dalam pembangunan kelautan dan perikanan.
Melalui pengelolaan data yang akurat, terbuka, dan mudah diakses, Dislautkan Kalsel berkomitmen mendukung pembangunan daerah berbasis data sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
INS - sumber MC Kalsel/scw