Bank Kalsel Bidik Operasional Bank Devisa Sebelum Juni 2026, RUPS Setujui Dividen dan Modal Rp10 Triliun

INSPIRASI9.COM, BANJARMASIN – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) 2026 Bank Kalsel berlangsung lancar dengan sejumlah keputusan strategis untuk penguatan kinerja dan ekspansi bisnis perbankan daerah. 

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham secara bulat menyetujui laporan pertanggungjawaban Direksi serta pengawasan Dewan Komisaris atas kinerja perusahaan selama tahun buku 2025. Selain itu, rapat juga menyepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham serta alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan berbagai arahan strategis disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan selaku pemegang saham pengendali terkait penguatan kinerja bank daerah tersebut.

Menurutnya, secara umum kondisi Bank Kalsel dinilai berada dalam kategori sehat, namun tetap perlu ditingkatkan agar mampu tumbuh lebih kuat, kompetitif, serta menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi.

“Bank Kalsel saat ini dalam kondisi sehat. Namun arahan dari Gubernur, kinerja ini harus terus ditingkatkan agar menjadi bank yang lebih kuat, tumbuh positif, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Rabu (4/3). 

Ia menambahkan, salah satu fokus pengembangan bisnis yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah percepatan operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa.

Saat ini Bank Kalsel telah memperoleh izin sebagai bank devisa, namun masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dapat melakukan transaksi secara penuh.

“Kami optimistis sebelum 30 Juni 2026 seluruh persyaratan dapat dipenuhi sehingga Bank Kalsel sudah bisa menjalankan transaksi sebagai bank devisa. Harapannya status bank devisa ini tidak hanya administratif, tetapi mampu mengakselerasi ekspansi bisnis, termasuk peningkatan penyaluran kredit,” jelasnya.


Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan dalam arahannya menegaskan bahwa kinerja Bank Kalsel sepanjang 2025 memang berada dalam kategori sehat, namun bank milik daerah tersebut tetap harus meningkatkan daya saing di industri perbankan.

Menurutnya, Bank Kalsel perlu lebih proaktif dalam memperluas layanan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan.

“Bank Kalsel sudah baik dan sehat, tetapi harus lebih aktif jemput bola dalam melayani masyarakat di Banua,” ujar Gubernur.

Selain itu, RUPS juga membahas penguatan struktur permodalan Bank Kalsel guna mendukung ekspansi bisnis ke depan. Para pemegang saham menyepakati rencana pemenuhan modal hingga mencapai Rp10 triliun melalui dua skema, yakni penerbitan saham Seri A dan Seri B.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat fundamental perbankan daerah sekaligus meningkatkan kapasitas intermediasi Bank Kalsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan modal, transformasi menjadi bank devisa, serta strategi ekspansi bisnis, Bank Kalsel diharapkan mampu memperkuat posisinya di industri perbankan regional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan.

Ins-3

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama