Karhutla Kalsel Masih Meluas, 45,52 Hektare Lahan Terbakar dalam Sehari


INSPIRASI9.COM-BANJARBARUUpaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, serta berbagai unsur terkait. Berdasarkan laporan penanganan karhutla dan kekeringan Kalimantan Selatan per Selasa (8/9/2026), luas lahan yang terbakar dalam kejadian harian mencapai 45,52 hektare, sementara 16,90 hektare berhasil dipadamkan.

Data tersebut menunjukkan sejumlah titik kebakaran masih memerlukan penanganan intensif. Beberapa lokasi yang dilaporkan masih mengalami kebakaran aktif antara lain di Jalan Gubernur Subardjo, Malintang, Desa Kampung Baru dan Tambak Padi, serta Desa Mampari, Kabupaten Balangan. Sementara itu, di Desa Beringin, Kabupaten Hulu Sungai Utara, kondisi lahan masih mengeluarkan asap meski api tidak lagi terlihat di permukaan.

Untuk mempercepat pengendalian karhutla, Satgas Udara melaksanakan dua sortie penerbangan dengan total waktu terbang 6 jam 35 menit. Operasi tersebut menyasar 26 titik api (fire spot) dengan cakupan area penanganan sekitar 305 hektare.

Selain patroli udara, operasi water bombing juga terus digencarkan. Sepanjang hari, helikopter melakukan lima sortie dengan total 243 kali penjatuhan air (water drop). Volume air yang digelontorkan mencapai 1.052.000 liter untuk membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi prioritas.

Di sisi lain, pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak kekeringan dan karhutla. Pada hari yang sama, OMC dilaksanakan melalui dua sortie penerbangan dengan penyemaian 2.000 kilogram garam.

Wilayah operasi modifikasi cuaca meliputi Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Tapin. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk menekan potensi munculnya titik api baru di tengah musim kemarau.

Sementara itu, kualitas udara di Kalimantan Selatan berada pada kategori “Sedang – Tidak Sehat”, sehingga masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Dari hasil pemantauan jarak pandang, kondisi masih relatif aman dengan visibilitas di Banjarmasin lebih dari 10 kilometer, sedangkan di Kotabaru dan Tanah Bumbu masing-masing mencapai 9 kilometer.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mempercepat penanganan di lapangan.

Karhutla dan kekeringan yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk menekan luas kebakaran, menjaga kualitas udara, serta melindungi keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. (Ins-2) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama